Lentera Keluarga 6 Juli

Beriman Dalam Perilaku
Bacaan: Am 8:4-6.9-12; Mzm 119:2.10.20.30.40.131; Mat 9:9-13

Renungan:
Perkataan Amos mengungkapkan bagaimana kepedihan hati Allah melihat perayaan suci yang seharusnya mengubah hari orang menjadi kudus, dianggap sebagai sebuah “pause” dari perbuatan jahat. Jika perlu pesta-pesta religius itu segera berlalu sehingga orang mendapatkan melanjutkan lagi “tindakan dosanya”. Bagi Amos, di hadapan Tuhan tidak ada bangsa prioritas yang mendapat keistimewaan -toleransi dari segela tindakan dosa. Allah “merancangkan hukuman” kepada bangsa Israel.
Kitapun juga dapat menjadi orang kristen sejauh doa dan perayaan. Begitu selesai ibadat dan berdoa, hidup kita tidak berubah. Kita juga dapat menggunakan kesempatan doa-ibadat-perayaan-perayaan agung dengan mati raga dan penyesalan tetapi secara formalitas. Doa, ibadat, peringatan hari suci, tidak ubahnya seperti kebiasaan ritual dimana kita bertugas, berpesta dan beraktifitas tetapi tidak mengubah hidup secara mendasar. Jika jatuh dalam ritualisme, cara hidup, cara berbisnis kita dan cara kita memperlakukan orang lain tidak berubah.
Identitas kita sebagai orang kristen bukan hanya nampak dari peringatan-doa dll saja, tetapi juga harus nampak dari cara hidup kita yang kristiani.
Pada kesempatan ini, kitapun perlu merenungkan seberapa besar dampak doa, perayaan, dan pesta-pesta suci yang kita rayakan berdampak bagi hidup kita secara pribadi dan bagi relasi kita dengan orang lain. Doa-hidup-perbuatan adalah satu kesatuan. Apa yang didoakan dihidupi dan diperbuat, dan apa yang dihidupi dan diperbuat itu juga yang didoakan.

Kontemplasi
Gambarkan bagaimana hati Allah yang tercermin dalam perkatan Amos kepada bangsa Israel.

Refleksi
Bagaimana doa, ibadat dan perayaan suci dapat kujadikan kesempatan untuk membaharui cara hidupku?

Doa
Ya Bapa, semoga perayaan suci yang kami rayakan membawa perubahan hidup nyata dalam cara hidup kami secara pribadi dan cara kami berelasi dengan lain.

Perutusan
Rayakanlah doa, ibadat dan perayaan suci sebagai kesempatan untuk membaharui cara hidupmu (Morist MSF).